Pentingnya Transportasi Awam Yang Pantas Bagi Penyandang Disabilitas

Transportasi awam menjadi sumber worry bagi siapa bahkan yang menerapkannya. Bis yang telat atau kereta yang penuh sesak memunculkan perasaan yang nyaman untuk siapa saja yang akan memanfaatkan moda transportasi ini. Transportasi lazim untuk teori disabilitas dapat menjadi lebih. Seandainya Anda disabilitas Anda tahu bahwa menemukan transportasi yang bisa diakses berarti Anda akan mempunyai atau mencari ilmu, kehidupan sosial, berobat ke dokter, potong rambut, atau pergi berbelanja atau sekadar menonton movie. Seperti orang lain, Anda pantas kans untuk berpartisipasi dalam kehidupan dan sebanyak yang Anda kapabel. Yang berarti bahwa transportasi lazim untuk orang dengan disabilitas yakni permasalahan kritis. Banyak penyandang disabilitas mengandalkan transportasi biasa sebagai satu-satunya alternatif mereka. Sayangnya, banyak yang menemukan bahwa angkutan lazim senantiasa mengakomodasi mereka. Tatapan penuh prasangka dari penumpang lain tak tersedianya fasilitas pendukung banyak penyandang disabilitas kehilangan kans.

Aksesibilitas penting dalam kehidupan sehari-hari khususnya dikala berhadapan dengan lingkungan eksternal dan inner. Menyadari bahwa besar angkutan lazim masih kurang dalam hal desain dan fasilitas yang bagus sehingga perhatian yang serius untuk memutuskan kenyamanan bagi seluruh. Studi menampakkan bahwa orang-orang dengan disabilitas lebih sedikit kans dan kwalitas hidup yang lebih rendah ketimbang yang disabilitas. Ditambah dengan aksesibilitas yang buruk, para penyandang disabilitas menghadapi lebih banyak tantangan dan ketika bepergian dan memakai transportasi lazim. Oleh itu, menjadi kian untuk melalaikan trouble penyandang disabilitas ketika memakai fasilitas transportasi awam.

Untuk membetuli concern ini akan termasuk menghilangkan hambatan di lingkungan yang dibangun, memungkinkan ke transportasi biasa, menghilangkan hambatan dalam kendaraan awam dan membuatnya untuk naik dan turun, serta membikin layanan isu dan komunikasi yang sesuai untuk diaplikasikan oleh seluruh orang. Kuncinya yaitu untuk mengintegrasikan langkah-langkah arsitektur, perencanaan dan transportasi di segala dan di segala cara mobilitas. Banyak kasus dimana penyandang disabilitas tidak mau menerapkan transportasi awam untuk bepergian jarak jauh seperti kereta atau sebab tersedianya WC yang ramah penyandang disabilitas. Malah, bis kereta yang dipakai untuk jarak dekat juga belum menyediakan fasilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas seperti menyediakan ram bagi mereka yang berada di tempat duduk roda atau guide melewati bagi mereka yang tuna netra.

Oleh itu, penting untuk membangun persepsi dan memberikan berita agar infrastruktur yang ramah bagi penyandang disabilitas kian gampang di dan tersedia di segala daerah, lebih-lebih kota-kota besar dengan tingkat mobilitas tinggi. Ketersedian transportasi lazim yang pantas untuk penyandang disabilitas meningkatkan peluang mereka untuk mencari ilmu, berprofesi dan menerima hak-hak mereka sebagai warga Negara.